Saya ingin berbagi kisah perjuangan cinta yang sedang saya lakukan pada saat ini. Saya menyayangi seorang wanita berhijab, tapi Tuhan masih belum mengijinkan.
Pertama kali melihat sosok wanita berhijab itu kala bukber di salah satu teman satu kelas di masa SMA, dan ternyata dia adalah adik perempuan temen saya.
Singkat cerita akhirnya saya mendapatkan Pin BMnya, meskipun tidak setiap hari tapi saya suka menyempatkan menyapa dia lewat BM, ya walaupun terkadang jawabannya jutek, entah kenapa hati ini masih ingin terus menyapanya. Mungkin karena masih siswi SMK jadi sifatnya seperti itu.
Jujur saja saya menyayangi dia, menginginkan dia, tapi saya harus bersabar karena ia masih kelas 3 SMK dan sebentar lagi lulus kala itu.
Pertemuan secara langsung yang kedua kalinya ketika moment kakaknya atau temen saya menikah, di sana saya mengumpulkan nyali untuk bisa menyapa langsung, dan akhirnya saya berani juga menyapanya. Ada obrolan ringan di sana, ngobrol ngalor ngidul meski sedikit terganggu dengan suara bisingnya jaipong dangdut, karena pada saat nikahan kakaknya mengadakan hiburan. Pada akhirnya obrolan kami selesai, lalu saya asyik kembali dengan teman sekelas pada waktu SMA. Ketika kami asyik bercanda ria kesana kemari, tidak terasa selesailah pesta pernikahan teman saya pada waktu SMA sekaligus kakaknya wanita berjilbab itu.
Setelah moment mengobrol secara empat mata di pesta pernikahan kakaknya, pada saat itu juga ia tidak terlalu jutek ketika membalas chat BM.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu dan seterusnya. Pada akhirnya rasa sayang ini semakin nyata. Meski sulit, saya mencoba menahan rasa ini.
Suatu hari Display Picture BM nya berganti dengan seorang laki-laki, setelah saya selidiki ternyata laki-laki itu pacarnya. Hati saya kaget. Tapi mencoba ikhlas mungkin itu yg terbaik untuknya saat itu.
Meski ia sudah mempunyai pacar, rasa sayang ini tidaklah pudar, selalu ada rasa ingin menjaga dia semampu saya, dengan cara saya sendiri, walau sederhana.
Ketika saya mulai mengikhlaskan tiba-tiba Tuhan memberikan kebahagiaan kepada saya, kala itu ia sudah lulus sekolah SMK, tiba-tiba dia menghubungi saya lewat BM dan meminta saya untuk mengantar dan mendaftar ke salah satu Universitas Swasta yang berada di Majalengka. Singkat cerita tibalah di waktu di mana saya harus mengantarkannya, pagi itu saya jemput dia ke tempat yg sudah kami janjikan sehari sebelumnya, lalu bertemulah saya dengan wanita berhijab itu, jujur hati saya bahagia senang bukan kepalang. Dalam perjalanan sambil saya membaea motor saya sempatkan mengobrol ngalor ngidul, dan pada saat itu pula saya baru mengetahui ternyata ia sudah putus dengan pacarnya. Entahlah saya masih belum tahu apa yang Tuhan rencanakan, selalu ada skenario indah. Ya, ketika mengantarmu untuk mencapai cita-citamu, itu adalah kebahagiaan untuk saya. Sikap itu apabila di terjemahkan ke dalam kata "karenaku sayang kamu".
Akan tetapi setelah memasuki kuliah, Tuhan menguji saya kembali, ia 'pun mempunyai pacar. Dan saya masi tetap dengan cara saya awal tadi, mencoba menata hati dan mengikhlaskan kalau memang itu bisa membuat ia bahagia. Tapi entah mengapa Tuhan 'pun seperti memberi isyarat "jangan pernah menyerah, tetaplah berjuang untuk sesuatu yang baik". Karena tidak terlalu lama ia berpacaran dengan laki-laki yang satu kelompok pada saat prospek Univesaitas, kemudian putus kembali.
karena saya akan melakukan sikap yang sama walaupun ia sudah mempunyai pacar. Saya akan tetap berjuang untuk wanita berhijab spesial ini, saya akan berhenti berjuang ketika ia sudah melakukan ijab qabul dengan laki-laki selain saya. Karena itu artinya Tuhan menyuruhku berhenti berjuang.